03/09/2010

Sebuah penghapus

Barusan saya memakai penghapus pensil buat menghapus tulisan yang salah di kertas saya. Penghapus yang saya pakai ukurannya cukup kecil dan tulisan yang mau saya hapus cukup banyak. Tapi walaupun demikian, penghapus kecil saya berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik untuk membersihkan begitu banyak tulisan saya yang salah.

Saat lagi merenung tentang 'pergumulan' hidup, saya jadi teringat akan penghapus kecil saya. Sangat sering saat kita menghadapi kesulitan hidup, walaupun hanya satu saja dan terkadang mungkin tidak terlalu besar. Kita telah menghapus sejuta kebaikan dan rahmat yang telah Tuhan anugrahkan kepada kita.

Ya, penderitaan, pencobaan, pergumulan hidup atau apapun namanya yang membuat kita bersedih dan seringkali berputus asa, selalu membuat kita menuding Tuhan. Kita seringkali menanyakan kepada Tuhan mengapa Dia begitu jahat dan tidak adil memberikan kita pencobaan ini..

Dan saat kita mempertanyakan hal tersebut kepada Tuhan, masih ingatkah kita akan beribu-ribu bahkan berjuta-juta kebaikan Tuhan? Atau kita membuat satu pencobaan tersebut menjadi seperti penghapus kecil yang berhasil menghapus seluruh kebaikan Tuhan kepada kita?


Kita mungkin akan berkata "Tidak Tuhan.. Kami percaya pada Mu dan tidak akan berbuat bodoh seperti itu!" Tapi saat pencobaan sungguh-sungguh menerpa kita, masih beranikah kita tetap mengucap syukur dan terus berharap pada Nya? I hope so..

No comments:

Post a Comment