13/10/2010

peek-a-boo!


Woots! I'm back from kesibukan harian.. Is it called, "daily business"? LOL IGNORE!

Dooh.. Sebenernya banyak waktu buat post, tapi hidup menjadi normal 18 per 20 nya. 1 lagi painful dan 1 lagi happiness. Gw baru balik dari Jakarta, ibukota kita. Setelah sekian lama ga kesana, gw serta papa dan mama terlihat sedikit "norak" dalam melihat sudut-sudut kota Jakarta. Gw tidak bisa menerima unique nya Jakarta, karena hometown gw sekarang bisa dibilang sebuah "desa" bagi orang-orang di kota besar itu. Dan kota tempat tinggal gw tahun depan, juga ga se "indah" Jakarta. Tanda kutip, bisa dijelaskan arti "indah" itu apa.

"Indah" memuat; ada jalan tol yang mempermudah lajur kendaraan roda 4 (kalo mobil container yg gede2 ga tau roda nya berapa), jalan-jalan besar yang cukup bersih (nggak tau gimana jalan-jalan kecilnya), gedung-gedung tinggi yang berserakan di mulut jalan (nggak tau berapa banyak rumah-seperti-gubuk di mulut jalan setapak), banyak mal yang memadai, karbonmonoksida yang bertebaran, anak jalanan yang terlantar, bawah jalan tol yang dijadikan tempat parkir, dan lain sebagainya.. Kita ga pernah tau, gimana kisah anak jalanan yang ngamen, ga ada tempat tinggal tetap, dekil, dll. Timbangannya berat sebelah, pemerintah tambah kaya dan rakyat tambah miskin...

Ok, gw sebenarnya berminat mengulas tentang anak jalanan lagi, dan berencana buat novel tentang kehidupannya (walaupun rasanya udah pasaran, tapi tetep interested sama street children). Tapi sekarang gw cuma ngasih lastest info dari gw yg belum ter-post-kan. Ternyata kita bertemu dengan anak jalanan di post berikutnya, harus dicari dulu bahannya, hehehe.

----------------------------------------------------------------------

Ini yang painful. Gw banyak ketinggalan pelajaran setelah libur 4 hari, menghabiskan waktu yang nge-bete-in plus hal-yang-gak-penting-banget di Jakarta. Dimulai dari hari pertama yg membawa gw bersama "nan gaek-gaek" entah kemana, gw ga ngerti dan cuma ngekor, trus jemput foto pre-wed nya si koko, fitting baju gw buat pendamping si koko for November 27, ke miracle jemput barang-barang "sangjit" (apalah itu, nggak ngerti, setau gw buat melamar dan ga boleh dibawain ortu masing-masing), entah, gw ga tau apa-apa dan sekali lagi gw cuma ngekor. Besoknya gw ke nikahan sodara gw yg tinggal serumah di Tj. Duren, dari pagi sampai malem, ngeliat hp dan duduk cuma sempat di mobil, lalu malemnya, DROOOOOPPP!! Capcus tidur, besoknya demam. Yang sebenernya ngikut koko ke kampus dan jalan2, jadi ga dibolehin n jadi ngikut "nan gaek-gaek" nganter itu "sangjit" ke rumah cece ipar gw. Super-ultra-capeknya-jumbo!

Yang lebih lagi, gw "maongok-ongok surang" sendiri anak kecil diantara "nan gaek-gaek" dan pastinya ga ngerti pembicaraan orang dewasa. LEBIHNYA LAGI, gw udah di Jakarta tapi tetep ga bisa ketemu sama pacar. Ga bisa juga ketemu sama Reyna. Poor me!

Ini yang happiness. Abis itu gw diajak ke Puri sama papa mama n koko. Good thing! Kita sempet jalan-jalan sebentar, makan malam dan pulang kira2 jam 7 ato jam brapa lah itu, lupa. DAN... Keinginan gw selama ini. The secret you don't have to know but sooner or later I know you will know... Thanks God I've given a kind Daddy! Thanks dad ily! Karena sebenernya gw berharap itu datang di hari ultah, ternyata dipercepat. Yang harus gw lakukan selanjutnya adalah membuat papa bahagia dengan belajaaar!!! Gw harus juara ;D

----------------------------------------------------------------------

Hari ini hari yg lumayan bikin hepi. School goes fun just when meet our friends.. Anyway, tadi siang gw gunting poni sendiri, jadi rata, cangcut, selamat datang, dan berbagai macam nama yg orang2 ketahui. Dan wow, hasilnya memuaskan! Dari dulu pengen nyoba poni yang kayak gini, tapi selalu dihantui rasa takut akan hasil yang jelek... But, jreng jreng!

No comments:

Post a Comment