08/09/2016

What Makes You Happy? #9

Percayalah, menulis menjadi begitu susah ketika kau tidak melakukannya selama tiga minggu lebih. Diiringi dengan kewajiban untuk menulis di situs organisasi yang sedang kau tempati jabatannya.

Tak terasa, satu gigi gerahamku sudah diangkat. Jahitannya sempat terlepas beberapa hari yang lalu, kurasa karena tertawa lepas yang tak terkontrol. Sering bertemu teman-teman yang bergelagat lucu, dengan inside jokes yang tidak semua orang pahami, dan kalimat sarkasme dengan tekanan kata-kata kasar yang entah bagaimana menggelitik, hari-hari yang sulit bukan? Terutama bagi seseorang dengan benang jahit di gusinya. Dan menyenangkan di saat yang bersamaan, sadar bahwa ternyata selama ini aku tertawa banyak sampai-sampai harus menahannya. Sadar bahwa aku diselimuti oleh orang-orang yang juga bahagia.

Di sebelahku ada lilin dengan aroma sesuatu, tidak pasti aroma apa. Di botolnya tertera tulisan 'A Child's Wish' sebagai penanda aromanya. Tidak eksak, seperti lavender, atau teh hijau. Mungkin memang seperti ini bau keinginan seorang anak, segar dan menenangkan. Aku membelinya di sebuah toko perlengkapan, harganya cukup mahal untuk sebuah lilin. Saat itu aku teringat Caca pernah membeli objek yang sama berwarna ungu, sambil menebak-nebak aroma manis yang diproduksi saat sumbu dibakar. Caca mengatakan bahwa ia sering membeli benda-benda yang tidak diperlukan, mahal, dan timbul rasa menyesal-atau-tidak setelah memilikinya.

Menarik saat melihat objek atau berada pada sebuah situasi membawa kita pada sebuah skenario yang terputar dalam pikiran.  Selalu ada kepingan kecil dalam ingatan yang seolah tidak berharga. Dan situasi akan membuatmu menghargainya. Mungkin berkaitan dengan keinginanku menjadi seorang aktris atau mungkin saja tidak, aku membayangkannya seperti pemutaran gambar dengan beberapa sudut pandang kamera yang sinematik. Membuatku ingin mengingat banyak hal lagi yang sudah terlewatkan!

Bisa kembali menggunakan waktu luang untuk berpikir seperti ini, rasanya positif sekali. Selamat malam, laptop.

1 comment: