16/10/2016

What Makes You Happy? #11

Aku lebih suka menuangkan isi kepalaku ke dalam tulisan, tahu bahwa aku sering merasa kesulitan saat hendak menjelaskan maksudku. Ada orang-orang yang mengerti tanpa aku harus bersusah payah memaparkannya, namun kurasa jumlahnya tak lebih dari lima, atau mungkin tiga. Bercerita tentang emosi, ah, sesungguhnya sederhana, tapi tidak mudah. Sayang sekali, topik-topik 'sulit' selalu menjadi favoritku, aku suka sekali berargumen, dan bukan merupakan kabar baik untuk sebagian orang di luar sana.

Lima menit sebelumnya aku sudah siap untuk istirahat karena besok aku harus bangun lebih awal. Tapi aku harus menanggapi tulisan sahabat pena ku di seberang sana. Aku benar-benar merasakan hal yang sama tentang hantu, Ci Stef. Persis. Akhirnya aku tahu aku tidak gila (atau setidaknya aku tidak gila sendirian). Tidak sekali dua kali aku membayangkan wanita itu berdiri di sudut ruangan, aku tahu betul warna bajunya, dimana saja terdapat bercak noda, dan perkiraan tingginya. Seusai bergumul dengan pikiranku yang sebelumnya sudah sangat lelah dibebani aktivitas, aku bisa tidur lewat pukul tiga.

"Matahari akan terbit sebentar lagi, hantu akan hancur jadi debu."

Aku sudah sembuh dari sakit, jiwaku juga sudah kembali segar. Aku punya hubungan benci dan senang dengan bepergian larut malam. Minum kopi, kontak fisik langsung dengan angin malam, dan menikmati pemandangan gedung-gedung besar. Hal-hal ini membuat pikiranku semakin tebal oleh emosi dan pertanyaan, yang sebenarnya bukan menjadi masalah buatku. Dan akhirnya pulang dengan keresahan, penuh penyesalan karena telah membuang waktu dan tenaga, karena seharusnya bisa dimanfaatkan dengan bijak.

Hari ini aku kenyang akan motivasi dan inspirasi. Aku menonton saluran TED seharian, melihat komunikator-komunikator luar biasa yang membuatku terus mengangguk setiap kali mereka mengutarakan poin yang menurutku tepat sasaran. Aku sangat merekomendasikan saluran ini bagi siapapun yang sedang dalam area abu-abu dan jauh dari inspirasi. Percayalah, kau akan keluar merasa lebih positif dari sebelumnya.

Aroma lilin ini sudah menempel di dinding-dinding kamarku. Saatnya tidur, selamat malam!

No comments:

Post a Comment