15/01/2017

What Makes You Happy? #12

(di toko buku)
S: Hei, lihat. Tempat ini luar biasa. Seperti memang dibuat untuk orang-orang seperti kita.

(berdua sambil menulis sesuatu di buku)
C: Kau tahu Mars Argo?
S: Ya!
C: Oh Tuhan, akhirnya aku menemukanmu. Jadi, dimana Titanic Sinclair mu, setelah semua ini?
S: Entahlah.. Aku ingat aku pernah sangat mencintainya.

(melamun menghadap langit)
S: Kau tahu, terkadang kita harus rasakan sedih.
C: Mengapa? Aku lelah terus bersedih, painful.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Aku pernah membayangkan skenario itu sebelum tidur. S untuk Stefany, dan C untukku. Aku bayangkan jika aku mengenalnya jauh sebelum ini, apa yang akan terjadi? Apakah kami sepemikiran seperti sekarang? Benak malam hari akan selalu liar, kalau tidak cepat-cepat ditulis, esok pagi kau tidak akan merasakannya lagi.

Sepulangnya dari workshop tadi, jariku ringan mengetik. Reyna dan Kezia menerbitkan buku "bicara besar". Asing sekali rasanya berkomunikasi dengan teman baru, melihat orang lain berani mengekspresikan dirinya di depan semua orang, dalam bentuk puisi. Mungkin aku terlalu sering berbahasa komputer, aku sudah tumpul sekali. Rindu mengasah otak kanan, dan terbayar malam ini. Untuk orang-orang hebat, untuk menerjemahkan pengalaman di bus tadi pagi ke dalam tulisan, untuk memvisualisasikan karya, untuk isi kepala yang abstrak, terima kasih.

Terakhir, entah tanggal berapa, aku meninggalkan tulisan ini di draf ku.

"Aku menghadapi sisi lain dari diriku beberapa waktu terakhir, yang sungguh menyulitkan."

Kalau dipikir-pikir, betapa buruknya statement itu, betapa buruknya diriku saat itu. Sekarang aku merasa jauh lebih baik.

No comments:

Post a Comment