18/02/2017

What Makes You Happy? #15

Warna-warni di sebelah kananku bekerja sesuai denyut jantungku. Jika rasa hatiku sedang senang, aku melihat wajah-wajah itu turut senang akan keberadaanku. Jika rasa hatiku sedang tidak kooperatif, ranting pohon, burung, dan kapal itu seolah menghardik dan mencemoohku, ingin pergi saja dari hadapanku. Sekarang aku jadi sedikit bangga melihat kemampuanku menyusun pola warna agar tak terlihat canggung. Aku tidak begitu mengerti apa yang kupikirkan saat otak kananku berkarya, seperti ada diriku yang lain.

Kemarin aku menonton film Split. Oh iya, aku lupa harus melaporkan padamu bahwa La La Land adalah yang terbaik. Terlampau banyak 'rasa' di dalamnya; bumbu kesukaanku. Split, juga meninggalkanku mabuk kepayang. Cakap sekali aksinya, kemasannya menarik. Terima kasih untuk teman-teman yang paham corak film yang wajib kutonton. Aku tidak ingat betapa psikopatnya aku.

Stef, tulisan terakhirmu ikut membahagiakanku.

Stef, aku tidak tahu pesanku saat itu buat kita jadi kental, intim seperti ini. Kupikir, ah, biarkan ini jadi motivasi agar aku tak lupa berterima kasih setiap hari. Aku sedang meneguk teh peppermint panas, entah untuk kali keberapa. Jari-jari dan mata membawaku kepadamu, hingga setiap tulisan nyaris bukan lagi bercerita tentang apa yang membuat kita bahagia, tetapi... sesederhana hanya bercerita. Aku yakin sekali kita berkata-kata dari batin, karena memang disini tempat kita mengantarkannya, bukan? Seperti yang kau tahu bagaimana teh bisa mendamaikan hari-hari yang kotor, aku menerima tawaranmu. Hari ini aku berterima kasih untukmu, dan aku.

No comments:

Post a Comment