30/03/2017

Kamar Mandi

Tadi pagi riuh sekali suara air yang mengalir dari pancuran air itu. Mungkin karena di luar belum ada aktivitas, orang-orang masih tidur, lorong itu betul-betul sunyi. Tapi juga tidak, setiap hari aku bangun di waktu dan keheningan yang sama, suara ribuan butir air yang berjatuhan itu terasa biasa saja. Lalu aku sikat gigi. Menyadari bahwa aku punya pola sendiri untuk menyikat gigiku, aku tersenyum. Bisa saja orang lain tidak memulainya dari gigi molar kiri bawah terlebih dahulu, atau tidak berkumur dengan air sebelum berangkat menyikat gigi. Dari uap air yang sejajar dengan pola warna hijau di dinding, aku membentuk dua orang wanita berambut panjang sedang berhadapan, lima detik kemudian mereka memandang ke arahku. Lima detik kemudian, mereka sudah tidak ada, pergi bersama air yang lain untuk berubah bentuk. Lantas pikiranku berterbangan tak tentu arah, selalu begitu di Kamar Mandi.

1 comment:

  1. GIGI GERAHAMKU MERASA SAKIT... GIGI GERAHAMKU BERTANYA PADA DOKTER GIGI, "APAKAH AKU INI MERUPAKAN GIGI? MENGAPA AKU HIDUP SEPERTI HIDUP TAK KARUAN, TUGAS YANG SELAMA INI KU LAKUKAN DAN PELAJARI TIDAK DAPAT MEMBUATKU MENGERTI?"

    ReplyDelete